Kamaruddin Simanjuntak : Segala Macam Perkara sudah ditempuh tapi Dr. Ike Farida Belum Memperoleh Haknya

Spread the love

Jakarta, Konflik apartemen di Jakarta Selatan antara Dr. Ike Farida dengan pengembang masih berlanjut. Sengketa bermula pada tahun 2012 silam. Saat itu Ike membeli satu unit apartemen di Kuningan dengan harga Rp 3,050 miliar. Setelah unit dibayar lunas, Ike belum mendapatkan haknya unit Apartemen dari PT.
Elite Prima Hutama (EPH).

Segala macam perkara sudah ditempuh.
Perkara di MA, di MK dan di PK bisa dimenangkan oleh Ike Farida dan tergugat juga dikalahkan tapi haknya juga belum didapat, ujar Tim Kuasa Hukum Ike Farida, Kamaruddin Simanjuntak, S.H., M.H.di Jakarta, Kamis (22/2/24).

Maka hari ini kami menghadiri gelar perkara Ike Farida dituduh melanggar pasal 242 KUHP sehingga dicekal tidak boleh bepergian selama 6 bulan. Bahwa yang bersumpah bukanlah Ike Farida tetapi Monica. Selain itu tuduhannya semua palsu rekayasa belaka, terang Kamaruddin.

Ike Farida menambahkan ada sekurangnya ada 40 laporan yang sudah disampaikan. PT EPH sebagai salah satu pengembang diduga telah melakukan wanprestasi ingkar janji. Sudah membayar lunas unit apartemen ternyata tidak diserahkan sampai 12 tahun.

Berbagai macam langkah hukum sudah ditempuh PT EPH terhadap saya tapi dimenangkan saya semua dan saya juga melakukan langkah hukum dengan menggugat dan dinyatakan PT EPH melakukan wanprestasi dan berupaya mengecoh pembelinya, jelas Ike Farida.

Dari seluruh persidangan sampai ke tingkat yang final dimenangkan Ike Farida. Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemudian memerintahkan kepada PT EPH menyerahkan unit kepada Ike Farida, pungkas Kamaruddin