Gelar Pengukuhan dan Halal Bihalal, Ketum DPP Ormas SAS : Tetap Optimis dan Ekonomi Mulai Bangkit

Spread the love

Jakarta, H.Syamsudin Muhktar, alias Syamruci, dipercaya untuk kedua kalinya memimpin organisasi kemasyarakatan (Ormas) Sulit Air Sepakat (SAS) melalui sidang pleno pemilihan Mubes SAS ke XXIII di Gedung Serbaguna Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (5/5)2022).

Pengukuhan PP Organisasi Kemasyarakatan Sulit Air Sepakat (Ormas SAS) sekaligus acara halal bihalal digelar di Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (29/5/22).

Acara Halal Bihalal Dan Pengukuhan SAS di hadiri Ketua umum SAS H. Samsuddin muktar, Ketua umum IPPSA Edli Kemal Mahadika, S.T., B. Eng, Ketua DPP SAS DKI Jakarta , Jawa Barat dan Banten Yondri Firmansyah, Ketua Panitia Khamzul Abrar dan Dwindra Mahenza Seketaris panitia acara.

Sulit Air Sepakat (SAS) adalah Organisasi perantau asal Nagari Sulik Air, Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok ini telah mampu menjadi mitra strategis pemerintah beber Syamsuddin.

H.Syamsuddin kita warga perantau tetap optimis apalagi awal bulan pertama tahun 2022 ekonomi secara nasional dan dunia sudah bergerak. Jadi bagaimanapun kita tetap meraih peluang-peluang dimana kita bisa melakukan sesuatu untuk membangun ekonomi kita”.

Ia berharap segenap pengurus tetap penuh semangat membangun dan membesarkan organisasi yang telah mendunia dengan cabangnya berada di banyak negara di mancanegara. Segera melakukan konsolidasi, membangun komunikasi, merajut kekompakan dan kebersamaan, ujar Syamsuddin.

Dijelaskannya Sulit Air itu daerahnya tandus. Jadi kami secara keseluruhan tidak punya penghasilan seperti kerajinan, pertanian, dan perkebunan. Jadi benar-benar daerah minus kita agak sulit. Kemudian masalah di IT terkait sinyal juga susah. Kami menghimbau perantau-perantau saat sekarang ini rata-rata regenerasi putra-putri Sulit Air sudah bermain online bisnis”, tandasnya pengusaha tajir namun sederhana ini.

Dulu kita dikampung belajar berdagang, kalau sekarang sudah tidak seperti itu. Mereka datang dari kampung bisa beli barang di Senen, Pasar Pagi mereka sudah bisa dagang di online. Itu perubahan yang saya lihat dalam 5 tahun terakhir. Pengusaha pribumi ini sebetulnya dia lebih condong kepada kecepatan bukan kepada pendidikan. Jadi kalau kita bekerjasama dengan UMKM, orang Sulit Air itu 1 kita kasih tahu 10 dia sudah ngerti itu termasuk cerdas, jelasnya.

” Program jangka pendek mungkin setiap wilayah direncanakan kita musti punya tanah pemakaman. Sebabnya karena 3 tahun terakhir terjadi peningkatan kematian karena covid, akhirnya pemakaman menjadi sempit. Jadi kami dari DPP SAS dan cabang-cabang seluruh Indonesia target kami masing-masing cabang punya tanah pemakaman”.

” Dan kami barusan saya menyampaikan langsung di respon dari warga kita yang ada tanah di Serang sudah mewakafkan 1000 meter. Mau bikin untuk pemakaman atau kuburan silahkan. Pesan saya kita mesti optimis mengikuti atau menghadapi perubahan. Siap tidak siap itu merupakan suatu tantangan dengan digitanya dunia. Jangan mengeluh dan harus positif terhadap suatu keadaan” ujar Syamsuddin.

” Sebelum covid saya punya omset yang cukup baik, kalau sekarang turun 60%. Tapi bagaimana kita mensiasati keuangan kita dalam situasi covid. Harus mencari solusi dan meningkatkan kualitas kerja” , ucapnya.

Tidak dipungkiri, keberadaan perantau memiliki arti penting bagi pemerintah daerah Sumatera Barat (Sumbar). Kearifan lokal ini menjadi keunggulan sekaligus kekuatan, sebab hubungan ranah dan rantau, ikatan batin dan emosionalnya sangat kuat. Potensi ini harus terus dipelihara dan diperkuat demi kemajuan nagari dan daerah, pungkasnya.