Eros Jarot : GBN Adalah Gerakan Kebudayaan Untuk Berkepribadian Pancasila

Spread the love

Jakarta, Kami deklarasikan Gerakan Bhinneka Nasionalis (GBN) sebagai organisasi gerakan kebudayan yang siap mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk kembali berkepribadian Pancasila sebagai pandangan hidup,” kata Ketua Umum GBN di Gedung Pusat DPP GBN Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (29/5).

Erros menjelaskan, 20 Mei merupakan tanggal lahir GBN. Sementara itu, 29 Mei merupakan tanggal pendeklarasian GBN secara resmi.

“Pada bulan Mei yang penuh berkah ini, kami pilih untuk menandai hari kelahiran GBN, 20 Mei 2022,” ujar.

Ada empat maksud dan tujuan didirikannya GBN sesuai dengan Mukadimah Anggaran Dasar GBN1998

1. Menempatkan tiap alinea yang tersurat dan tersirat dalam Pembukaan dan pasal-pasal UUD 1945 berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945 sebagai pijakan sekaligus arah dan tujuan perjuangan mewujudkan masyarakat gemah ripah loh jinawi.

2. GBN berkehendak mempersatukan dan membangun kembali kekuatan rakyat sebagai program kerja yang bersifat mutlak dan mendesak. Hanya dengan bersatunya rakyat dalam satu barisan yang sadar akan hak dan tanggung jawab, maka tujuan Indonesia Merdeka dapat diwujudkan

3. Indonesia adalah negara kaya raya, sehingga tidak sepatutnya menjadi bangsa miskin dan jutaan rakyatnya hidup dalam kemiskinan. Akibat proses kemiskinan yang terus berlanjut, Indonesia harus dimerdekakan dari cengkeraman oligarki yang memiskinkan rakyat dan bangsa Indonesia.

4. Pe rjuangan mewujudkan kemerdekaan agar rakyat merdeka dan memerdekakan adalah panggilan Gerakan Bhinneka Nasionalis kepada seluruh rakyat Indonesia.

Erros pun berharap GBN dapat mewujudkan tujuan perjuangan Gerakan Reformasi 1998

“GBN bertekad untuk selalu berupaya, bergerak, dan terus berjuang untuk menghadirkan Indonesia yang lebih bersih, lebih sejuk, indah, damai, dan bermartabat.

Erros Djarot sebut membangun kebudayaan Indonesia sangat mudah, yaitu tinggal mengikuti apa yang tertulis di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Ikuti saja apa yang tertulis dan tersirat dalam Pembukaan UUD 45. Itu yang saya namakan sebagai kehendak kebudayaan rakyat Indonesia, beber Eros.

Dalam sambutan deklarasinya, Djarot banyak menyinggung ihwal KKN dan suasana negara saat ini yang menurutnya amburadul dan memprihatinkan sebab masyarakat hidup dalam cengkeraman kaum oligarki dan penguasa politik.

Menurut Djarot, cita-cita kebudayaan baru dapat diwujudkan melalui gerakan kebudayaan yang tertata, terarah, teroganisir dalam kebersamaan dan semangat gotong royong.

Sehingga dengan ini dapat menjebol kebudayaan yang menurutnya penuh muatan negatif dan destruktif.