Selama Menjabat Gubernur, Ganjar Pranowo Sebanyak Tiga kali Berturut-turut Mendapatkan Penghargaan KPK

Spread the love

Ganjar Pranowo dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Indonesia Police Watch (IPW) terkait dugaan penerimaan gratifikasi sewaktu menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng) periode 2013-2023.

IPW menyebut modus dugaan penerimaan gratifikasi yang dilaporkan berupa cashback. IPW menjelaskan bahwa gratifikasi itu diduga diterima dari perusahaan-perusahaan asuransi yang memberikan jaminan kredit kepada kreditur Bank Jateng.

Merespon hal itu, relawan Ganjarist mengatakan bahwa Ganjar lahir sebagai keluarga sederhana dan tidak pernah ‘aji mumpung’ walaupun selama menduduki berbagai jabatan tinggi. Bahkan selama menjabat sebagai gubernur, sebanyak tiga kali berturut-turut mendapatkan penghargaan KPK.

“Rekam jejak telah membuktikan bahwa Ganjar adalah Kepala Daerah yang pertama mendapatkan tiga kali penghargaan berturut-turut dari KPK bidang gratifikasi. Komitmennya terkait anti korupsi sangat tinggi,” ujar Ketua Umum Ganjarist Kris Tjantra dalam keterangannya, Selasa (5/3/2024).

Kemudian ia pun menduga ada alasan politis di balik pelaporan dugaan gratifikasi yang menyeret calon presiden nomor urut 3 dan Direktur Utama Bank Jateng tersebut.

“Masyarakat sudah cerdas harusnya bisa melihat bahwa indikasi pelaporan ini yang melaporkan siapa dan ada motif apa, karena ini isu sudah lama mengapa digulirkan kembali,” jelas Kris.

Menurutnya, dengan diangkatnya kasus ini ia menduga ada pihak yang tidak suka dengan kubu Ganjar yang terus menyuarakan bahwa Pemilu 2024 diwarnai kecurangan.

“Relawan Ganjarist mengajak masyarakat untuk bisa melihat persoalan ini dengan terbuka. Masyarakat kita juga sudah cerdas, kita bisa melihat dari rekam Jejak siapa sosok Ganjar ini. Kalau memang terindikasi urusan korupsi, E-KTP harusnya sudah menjeratnya, akan tetapi urusan E-KTP sudah clear, gak ada juga,” pungkas Kris.