Jelang Akhir Posko Nataru, BPH Migas Pastikan Distribusi BBM di Wilayah Semarang Berjalan Lancar

Spread the love

 

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Harya Adityawarman dan Iwan Prasetya Adhi melaksanakan kunjungan lapangan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu-Minggu (6-7/1/24). Dijumpai disela kegiatan monitoring jelang berakhirnya masa kerja Posko Hari Raya Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru), Harya menyampaikan bahwa stok dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Semarang terpantau aman dan lancar.

“Kita telah lakukan monitoring, baik di Kota Semarang maupun di Tol Rest Area Semarang, hasilnya semua bagus dan terkendali, puncak demand terhadap BBM saat libur Hari Natal dan Tahun Baru telah terlewati, sehingga mobilitas dan aktivitas masyarakat kembali menuju kondisi normal,” ungkap pria yang kerap disapa Didit tersebut.

Selain ketersediaan BBM, Didit juga menaruh perhatian perihal surat rekomendasi bagi konsumen pengguna yang telah diterbitkan oleh pemerintah daerah, namun belum sesuai dengan format yang telah ditetapkan oleh BPH Migas.

“Dalam monitoring di SPBU Kota Semarang, kami sekaligus mengecek terkait surat rekomendasi, yang setelah kita periksa ternyata masih ada yang belum sesuai dengan Peraturan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023. Nanti akan kita tindaklanjuti dengan berkoordinasi lebih intens bersama instansi penerbit surat rekomendasi, sehingga penyaluran BBM Bersubsidi ke konsumen pengguna bisa lebih baik dan lancar,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Iwan menemui masyarakat yang tengah mengisi Jenis BBM Tertentu Solar. Dirinya mengimbau agar QR Code yang telah didapatkan sebagai syarat pembelian disimpan dengan baik untuk menghindari potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Pengendara, terutama yang menggunakan solar subsidi dengan QR Code, kami imbau hati-hati jangan sampai dipindahtangankan hingga disalahgunakan oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab. Jika itu terjadi segera laporkan ke SPBU atau Pertamina, agar bisa segera diblok apa bila diperlukan,” terangnya.

Selanjutnya, Iwan juga mengimbau agar peran pengawasan internal SPBU dapat terus ditingkatkan. Pengawasan melalui CCTV agar terus dimaksimalkan dan detail dalam mencocokkan antara nomor kendaraan dan QR Code. “Ketahui tanda-tanda manipulasi nomor kendaraan, jika diketahui dan ditemukan adanya penyalahgunaan segera laporkan kepada Sales Branch Manager (SBM) agar dapat diblok nomor kendaraannya, sama-sama kita jaga penyaluran Solar subsidi, agar penyalurannya tepat sasaran dan tepat guna,” tandasnya.

Kegiatan Komite BPH Migas di Semarang yang dilakukan di SPBU 44.501.39 Kubro, SPBU 44.501.35 Kaligawe, SPBU 41.513.01 KM 389 B, dan SPBU 41.512.02 KM 360, didampingi SBM Pertamina Patra Niaga Rayon I Semarang Aditya Agung Andrawina dan SBM Pertamina Patra Niaga Rayon II Semarang Nur Fitriany.