Dirgahayu Kemerdekaan ke-78 RI: Lanjutkan Perjuangan, Melaju Untuk Indonesia Maju

Spread the love

Dalam rangka memperingati Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia (RI), Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menggelar upacara bendera di halaman Gedung BPH Migas, Jakarta, Kamis (17/8/2023). Dipimpin Kepala BPH Migas Erika Retnowati, upacara diikuti oleh Anggota Komite BPH Migas, Pimpinan Tinggi Pratama dan seluruh pegawai di lingkungan BPH Migas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam amanatnya yang dibacakan Kepala BPH Migas menyampaikan, tema “Terus Melaju Untuk Indonesia Maju” merefleksikan semangat bangsa Indonesia untuk terus melanjutkan perjuangan dan pembangunan, berkolaborasi bersama memanfaatkan momentum untuk mewujudkan Indonesia maju, juga sebagai representasi atas pencapaian yang telah diraih menjadikan posisi Indonesia menguntungkan dalam melanjutkan gerak pembangunan negara.

Seluruh elemen bangsa melaju bersama dan menggelorakan semangat perjuangan yang belum berakhir. Seperti olahraga estafet, yang merefleksikan semangat kolektif, berharmoni, berkolaborasi serta sinkronisasi irama gerak dan sinergi pikiran, dari tiap-tiap pelari untuk satu tujuan.

Dalam sambutan tersebut, Menteri ESDM menjelaskan, “Ini adalah momentum yang memberikan energi gerak untuk bangsa Indonesia, agar terus melaju. Ada semangat perjuangan sebagai energi gerak yang progresif”.

Dalam upaya untuk mewujudkan Indonesia Maju 2045, sektor ESDM harus dilaksanakan dengan memastikan pasokan energi yang cukup, hilirisasi industri, aksessibilitas energi di seluruh lapisan masyarakat, dan transformasi energi melalui komitmen serius terhadap tren global penggunaan energi dunia dalam rangka mitigasi dampak gas rumah kaca.

Komitmen Indonesia menuju Net Zero Emissions (NZE) tahun 2060 merupakan sebagian dari transformasi yang diperlukan dalam upaya menjadi negara maju di tahun 2045. Upaya ini meliputi diversifikasi ekonomi dari konsentrasi sumber daya alam, pembangunan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia yang didorong oleh pengetahuan, teknologi dan inovasi, serta dengan memanfaatkan keunggulan kompetitif pada berbagai rantai nilai energi bersih.

Menteri Arifin juga mengungkapkan, “Masih banyak saudara kita yang belum menikmati listrik sama sekali, masih ada saudara kita yang belum menikmati harga BBM yang terjangkau. Kita juga menghadapi fakta bahwa indeks kualitas polusi udara di Jakarta sudah masuk dalam kategori tidak sehat. Diperlukan upaya nyata untuk mewujudkan energi bersih. Hal-hal tersebut hanya merupakan sebagian kecil tantangan yang kita hadapi. Masih banyak lagi tantangan dan permasalahan bangsa ini yang harus kita selesaikan”.

Untuk itu diperlukan suatu lompatan inovasi birokrasi dalam menyelesaikan segala permasalahan di sektor ESDM. Pengelolaan ESDM telah mengalami perubahan paradigma dari sebagai sumber pendapatan negara, sekarang menjadi penggerak perekonomian. Hal ini harus dijadikan pecutan bagi anak bangsa sebagai aktualisasi kekuatan diri melalui perubahan pola pikir, sikap dan perilaku secara merdeka dan lebih kompetitif, berintegritas, serta bekerja untuk kemakmuran rakyat dalam menghadapi persaingan global.

Aparatur Sipil Negara juga diingatkan kembali tentang nilai-nilai (values) yang harus dimiliki oleh setiap ASN, BerAKHLAK, yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi slogan, namun dapat diwujudkan dalam menjalankan tugas.

Upacara Kemerdekaan ke-78 RI diikuti Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim, Basuki Trikora Putra, Eman Salman Arief, Harya Adityawarman, Iwan Prasetya Adhi, Saleh Abdurrahman, Wahyudi Anas, dan Yapit Sapta Putra. Selain itu, juga dihadiri Sekretaris BPH Migas Patuan Alfon Simanjuntak, Direktur Gas Bumi Soerjaningsih, serta pegawai di lingkungan BPH Migas.

*Semarak Rangkaian Peringatan Kemerdekaan RI ke-78*

Sebagai rangkaian peringatan Kemerdekaan ke-78 RI yang digelar BPH Migas, dilaksanakan juga seminar Wawasan Kebangsaan, Rabu (16/8/2023). Acara yang berlangsung penuh keakraban ini diikuti pimpinan dan pegawai BPH Migas, didahului dengan senam pagi bersama dan berbagai kegiatan lomba.

Mengawali sambutannya Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan, dalam memaknai arti kemerdekaan, kita harus terus berupaya meningkatkan sumbangsih demi kemajuan bangsa.

“Kita harus memahami bahwa bendera merah putih itu berkibar bukan tanpa usaha, melainkan hasil perjuangan dari pendahulu-pendahulu kita. Saya mengajak teman-teman BPH Migas untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” kata Erika.

Penyelenggaraan berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan peringatan Kemerdekaan RI juga memiliki makna untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara pimpinan dan para pegawai.

“Melalui serangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak beberapa hari lalu, diharapkan dapat meningkatkan sinergi yang pada akhirnya mendukung pelaksanaan tugas kita,” paparnya.

Pada kegiatan seminar Wawasan Kebangsaan ini, hadir sebagai pembicara Totok Sediyantoro selaku Wakil Rektor Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal (ISTA). Totok menyampaikan bahwa ketahanan nasional Indonesia adalah kondisi dinamis bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari dalam maupun luar.

“Penguatan ketahanan nasional merupakan suatu keniscayaan. Seluruh anak bangsa dituntut komitmennya untuk tetap konsisten berorientasi pada pencapaian tujuan nasional,” ujar Totok.

Lebih lanjut dia mengatakan, tantangan di era digital saat ini adalah di mana seluruh persoalan tidak dapat dipecahkan tanpa internet. Orang tidak takut internet, tetapi takut gagap teknologi dan Artificial Inteligent (AI) yang memiliki pengaruh kuat. Untuk itu, sangat penting bagi kita menyaring setiap informasi yang datang dari berbagai arah.