DANLANTAMAL III JAKARTA HADIRI PENANDATANGANAN KERJA SAMA ANTARA TNI AL DENGAN PT AVAVA INDONESIA by

Spread the love

TNI AL-Dispenlantamal3. Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta Brigjen TNI (Mar) Harry Indarto, S.E., M.M. menghadiri penandatanganan kerja sama antara TNI Angkatan Laut yang diwakili oleh Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma S.E., M.M., M.Sc. dengan PT Avava Indonesia bertempat di ruang TFG Satkor Koarmada I kesatrian Pondok Dayung, Jakarta Utara, Selasa (08/08/2023).

Pangkoarmada I dalam sambutannya mengatakan “Penandatanganan perjanjian kerja sama kali ini tentang kegiatan pengerukan alur laut area latihan TNI Angkatan Laut di pantai Air Jukung Belinyu wilayah kerja Pangkalan TNI Angkatan Laut Bangka Belitung sebagai fasilitas labuh unsur-unsur KRI dan KAL serta tempat latihan bagi TNI Angkatan Laut. Mudah-mudahan kerja sama ini betul-betul membawa manfaat untuk memelihara kedalaman alur laut sesuai yang dipersyaratkan agar alur pelayaran dapat berfungsi dengan baik sehingga dapat menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran”.

Sekilas tentang alur pelayaran adalah perairan yang dari segi kedalaman, lebar, dan bebas hambatan pelayaran lainnya dianggap aman dan selamat untuk dilayari oleh kapal di laut, sungai atau danau. Alur pelayaran bagi kapal-kapal yang melintasi beberapa perairan dari suatu tempat ke tempat lain menjadi suatu hal yang penting. Hal ini disebabkan oleh dua faktor yaitu keselamatan kapal (ship safety) dan efisiensi kapal (ship efficiency). Keselamatan kapal berkaitan dengan kecelakaan yang terjadi oleh gelombang dan kondisi cuaca, sedangkan efisiensi kapal bekaitan dengan gangguan atau hambatan yang disebabkan oleh gelombang, arus laut dan angin.

Pengerukan (dredging) untuk membuat alur kapal akan mengakibatkan pola arus dan karakteristik gelombang berubah. Hal ini penting karena berkaitan dengan keselamatan dan efesiensi kapal ketika memasuki areal pelabuhan atau dermaga. Pada dasarnya manfaat pengerukan adalah untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan alur pelayaran, meningkatkan kelayakan transportasi laut, meningkatkan konektivitas antar pelabuhan, meningkatkan dimensi kapal yang dapat memasuki pelabuhan, meningkatkan jumlah kapal yang dapat memasuki pelabuhan, dan menurunkan laju sedimentasi di saluran akses.

(Dispen Lantamal III Jakarta)