Warga Jakarta Timur Mewakili Indonesia di Nepal Dalam Event The 7th Asia Pacific Dialogue Platform

Spread the love
JAKARTA, 19 JUNI 2023 – Program ANTICIPATION baru saja mengikuti The 7th Asia Pacific Dialogue Platform yang diselenggarakan tanggal 13-15 Juni 2023 di Kathmandu, Nepal. Program ANTICIPATION Indonesia diwakili perwakilan masyarakat dampingan dari Kampung Melayu, Jakarta Timur, yang berperan sebagai narasumber dalam salah satu talkshow. Narasumber tersebut bernama Ratna Sari, perempuan penyandang tuna daksa yang berbagi pengetahuan dan pengalamannya dalam implementasi aksi antisipasi, yaitu manfaat yang ia dapatkan, tantangan yang ia temui, dan rekomendasi ke depannya.
Ratna menyampaikan bahwa ia merasa senang selalu dilibatkan dalam setiap implementasi dan pengambilan keputusan aksi antisipasi di kelurahan. “Kegiatan aksi antisipasi selalu melibatkan semua lapisan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat berisiko tinggi sehingga kami dapat mengetahui secara langsung aksi dini yang ditetapkan, jalur evakuasi yang disepakati, alur informasi peringatan dini yang diberikan, dan lain sebagainya”, ujar Ratna.
Menurut Ratna, tantangan yang dihadapi terkait aksi antisipasi adalah ketika melakukan evakuasi. Kondisi wilayah di Kampung Melayu cukup padat, sehingga jalur evakuasi dan titik kumpul sempit dan membuat warga kesulitan melakukan evakuasi. Harapan kedepannya untuk proses implementasi aksi antisipasi adalah semakin banyak sosialisasi yang dilakukan kepada kelompok berisiko tinggi, sehingga mereka dapat lebih memahami mengenai aksi antisipasi dan menjadi lebih percaya diri untuk terlibat dalam setiap kegiatan. Selain itu, semoga kedepannya partisipasi dapat lebih inklusif dengan melibatkan juru bahasa isyarat atau akses penunjang lainnya.
Gagasan utama talkshow tersebut adalah “Manfaat partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan dalam mempersiapkan Aksi Antisipasi yang tanggap terhadap kesetaraan gender dan sosial inklusi (Gender Equality Social Inclusion)”, dengan tema tematik yaitu “Memberdayakan Masa Depan: Membuka Kunci Gender dan Inklusi dalam Aksi Antisipasi”.
Program ANTICIPATION dari Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah program yang didanai ADH Jerman dan dilaksanakan selama 15 (lima belas) bulan, mulai September 2022 hingga November 2023. Tujuan program ini adalah menetapkan protokol tindakan antisipasi untuk area program terpilih yang terpapar bencana, guna meningkatkan kesiapan dan kapasitas tindakan prabencana di level masyarakat dan mengurangi risiko alam atau buatan manusia yang berdampak tinggi. Hal ini dilakukan dengan mendorong adanya tindakan antisipasi yang terkoordinasi di tengah-tengah masyarakat. Selain di Indonesia, Program ANTICIPATION juga diimplementasikan di Bangladesh, Mongolia, Filipina, Myanmar, dan Sri Lanka melalui kemitraan dengan World Vision International.
“Kami selalu berusaha melibatkan semua pihak dalam setiap proses implementasi aksi antisipasi dan kami harap hasil dari proses yang sudah dilakukan dapat diterima dengan baik dan bermanfaat bagi semua pihak”, ujar Maria Natalia Pratiwi, Team Leader Anticipatory Action, Wahana Visi Indonesia.
Indonesia sebagai negara kepulauan secara geografis terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik, yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia, dan Samudera Pasifik. Kondisi tersebut sangat rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor. Membangun kesadaran masyarakat melalui aksi-aksi antisipasi yang terkoordinasi sangat penting dibangun oleh semua pihak.
Asia Pacific Dialogue Platform diadakan oleh Anticipation Hub bersama dengan Palang Merah Jerman, Palang Merah Amerika, Palang Merah Finlandia, Palang Merah Denmark, Federasi Internasional Palang Merah dan Masyarakat Bulan Sabit Merah (IFRC), IFRC Climate Centre, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN-FAO), Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UNOCHA), Program Pangan Dunia (WFP) dan Start Network.