Penandatanganan Kerjasama KERIS dengan PT. Thara Jaya Niaga dan Khalifah Tour dan Travel di Pondok Gede Center’s Jakarta

Spread the love

Jakarta, 13 Oktober 2022 – Komite ekonomi rakyat Indonesia (KERIS) mengadakan penandatanganan kerjasama dengan PT. Thara Jaya Niaga (tentang distribusi dan pembiayaan rantai pasok komoditas kebutuhan pangan pokok bahan baku Usaha dan ekonomi rakyat) dan Khalifah Tour and Travel (Tentang: Pemberangkatan dan pembiayaan umrah bagi pelaku ekonomi rakyat dengan tema ” Bersatu dan Tangguh Ekonomi Rakyat unggul di negeri sendiri”, yang diadakan di Pondok Gede Center’s Jakarta pada hari Kamis, 13 Oktober 2022.

Dedi Hartono sebagai Ketua Bidang Pedagang Pasar KERIS memberikan keterangan pers kepada media elektronik seusai sekaligus menyampaikan pesan
Dr. Ali Mahsun Atmo, M. Biomed (Ketum KERIS) seusai mengikuti acara penandatanganan kerjasama KERIS, bahwa : “Hari ini kami berada didalam agenda dalam rangka untuk mengoptimalisasikan kerja sama antara Komite Ekonomi Rakyat Indonesia Sejahterah (KERIS) sebagai wadah konfederasi kami dimana didalamnya ada 80 lebih organisasi UMKM dan pelaku organisasi Ekonomi Menengah. Ada 2 hal yang hari ini kita bahas, yang pertama masalah kerja sama dengan PT. Thara Jaya Niaga yang tentunya ditawarkan adalah program yang terutama seluruh pelaku UMKM, pelaku pasar, khususnya bagi anggota organisasi yang ada dibawah naungan KERIS.

Jadi bisa mengoptimalisasikan program-program ketahanan pangan yang dikelola berdasarkan mekanisme atau ekosistem yang dibangun oleh KERIS dan juga pihak perusahaan Thara Jaya Niaga. Yang perlu ditekankan di dalam pertemuan ini adalah kita dari KERIS akan mempersiapkan skema yang tentunya akan menjadi penguatan dalam pengertian anggota yang ada didalam. Tentunya ini menjadi bagian daripada organisasi. Kemudian bagi para pelaku usaha menjadi subyek dalam ekonomi kita yang tentunya program yang ditawarkan adalah bagaiman seluruh pelaku UMKM, pelaku pasar, dan khususnya anggota atau organisasi yang ada dibawah naungan KERIS. Jadi bisa mengoptimalisasikan program-program ketahanan pangan yang ada dikelola berdasarkan mekanisme atau berdasarkan dari ekosistem yang dibangun oleh KERIS dan juga pihak perusahaan PT. Thara Jaya Niaga.

Yang perlu ditekankan didalam pertemuan ini adalah kita dari KERIS akan mempersiapkan tema yang tentunya akan menjadikan penguatan dalam perekonomian anggota yang ada didalam KERIS. Tentunya ini menjadi bagian organisasi KERIS sendiri bagaimana para pelaku usaha menjadi subyek dalam ekonomi kita dan siklus dalam ketahanan pangan yang dibangun ini akan kembali kepada pelaku UMKM sendiri dan pengembangan untuk organisasi KERIS kedepan dan tentunya untuk kesejahteraan bagi rakyat khususnya pelaku usaha. Yang kedua kita melakukan MoU atau kerjasama dengan Khalifah Asia Tour & Travel. Tadi sudah disampaikan perwakilannya Bu Silvi didalam penyampaiannya obyek dalam travel saat ini dilakukan produk yang dijualbelikan oleh Khalifah Travel ini dapat dioptimalisasikan oleh seluruh anggota yang ada didalam organisasi KERIS.

Terutama dalam rangka untuk mempermudah ibadah bagi anggota yang ada dibawah naungan KERIS. Khususnya bagi orang-orang yang ingin melaksanakan umroh atau haji maka Travel Khalifah akan memberikan kemudahan baik dalam pembiayaan dan juga dalam skema keberangkatan yang memberikan kemudahan-kemudahan yang lainnya. Tentunya didalamnya juga kegiatan usaha-usaha yang dikembangkan para anggota baik dalam hal penyediaan perlengkapan umroh atau mungkin dalam kesediaan oleh-oleh dan lain-lainnya bisa disinergikan dengan Khalifah.

Harapannya dari kerja sama ini bisa dioptimalkan dan tentunya ini bisa memberikan peningkatan kesejahteraan dan juga terjalinnya sebuah komunitas ekosistem ekonomi pasar yang bisa sama-sama kita harapkan baik itu oleh Ketua Umum maupun kita sebagai organisasi pelaku usaha ekonomi UMKM.

Salah satu keuntungan didalam program ini adalah khususnya bagi anggota KERIS yang didalamnya ada sekitar 84 organisasi pelaku usaha atau UMKM. Tentunya secara otomatis memantapkan program ini secara maksimal dan program ini dengan berbagai macam bentuk program pelayanan dan juga kemudahan-kemudahan tidak menutup juga kepada orang – orang yang berminat terhadap program ini untuk bersama-sama masuk kedalam program yang dibangun oleh KERIS. Artinya sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Pak Ketua Umum sesuai dengan arahan yang disampaikan KERIS tidak akan menutup kesempatan-kesempatan yang dibuka peluangnya oleh KERIS bagi seluruh masyarakat umum apalagi pada pelaku pasar yang dia tidak bergabung didalam KERIS ataupun didalam organisasi dibawahnya. Namun dia memiliki harapan untuk bisa memanfaatkan programnya itu akan kita berikan.

Jadi baik itu yang tergabung didalam KERIS maupun yang tidak tergabung itu akan dibuka peluangnya untuk memanfaatkan semaksimal mungkin. Tentunya ada sebuah aturan dan skema-skema syarat yang akan kita berikan kepada orang yang diluar dari KERIS itu sendiri. Apapun program yang diberikan oleh KERIS terkait dengan pemanfaatan buat masyarakat kita tidak akan membatasinya itu komitmen dari ketua KERIS.

Jadi apa yang dilakukan oleh KERIS hari ini adalah bagaimana KERIS membangun sebuah ekosistem. Artinya ketika berbicara masa ekosistem maka kita akan membangun sebuah komunitas didalam membangun ekonomi dan menjaga harga pasar tentunya yang ada di wilayah. Keberadaan KERIS inilah yang akan menjadi pengendali pasar, pengendali harga, dan tentunya pemanfaatannya juga akan kembali kepada anggotanya. Seluruh pelaku pasar yang tergabung didalam KERIS ini bisa bergabung ke KERIS berjuang dan berkolaborasi sehingga rantai pasok atau yang biasa disebut sebagai pimpinan-pimpinan kita. Hirarki hulu dan hilir kebutuhan pangan itu akan kita kendalikan secara bersama-sama. Tidak lagi dipegang oleh satu orang atau orang-orang yang memiliki jiwa kapitalis kita akan menjadikan ini sebagai sebuah nilai yang berputar didalam komunitas yang sama yang tentunya menjadi sebuah pengendali harga dan juga pengendali ekonomi di Indonesia ini. Kita harap komunitas inilah yang kita bangun menjadi sebuah ekosistem baru. Tentunya memberikan kemaslahatan keseluruh masyarakat dan apa yang disampaikan Pak Ketua target kita akan menjadi masyarakat atau rakyat ekonomi yang tentunya subyek bagi pembangunan bangsa Indonesia.