Mubeslub IKALAMI Menghasilkan AD ART Sudah Digitalisasi

Spread the love

Jakarta, Ikatan Alumni Akademi Maritim Indonesia (IKALAMI) menggelar acara Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) IKALAMI 2022 dengan tema “Solusi Total Rekonstruksi dan Revitalisasi Organisasi” IKALAMI-CERIA (Cerdas Ikhlas Amanah) di Jakarta, Sabtu (24/9/22).

Ketua Harian IKALAMI Jimmy F. Kuhon mengatakan IKALAMI adalah adalah suatu wadah Ikatan alumni AMI/ STIMar “AMI” yang sudah berdiri sejak 12 September 1965. Mereka semua adalah perkumpulan komunitas alumni jurusan maritim yang bertujuan untuk mengembangkan dunia maritim yang ada di Indonesia.

Mengingat begitu luasnya kepulauan di Indonesia. Kita ingin mewujudkan para insan Alumni Lulusan maritim khususnya IKALAMI membantu meluaskan pembangunan maritim yang sudah dicanangkan Bapak presiden Joko Widodo Indonesia sebagai negara poros maritim, terang Jimmy.

Mubeslub ini adalah suatu rangkaian untuk bisa mempersatukan kembali alumni alumni karena sebelumnya IKALAMI sempat vakum. Dikatakan luar biasa karena sebelumnya kita sudah ada anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) yang perlu ada perubahan karena jaman yang sudah lewat dan sekarang jaman yang sudah digitalisasi.

Menurut Jimmy, Mubeslub ini untuk mengesahkan kembali AD ART yang sudah pernah hilang dan akan kita kembalikan pada porosnya. Sehingga nanti para alumni sudah bisa berpatokan pada AD ART yang benar-benar sudah mengikuti jaman di era digitalisasi ini.

Kita punya program program kedepan khususnya untuk bisa membantu almamater kita kampus STIMar “AMI” membantu adik adik kita yang baru masuk dalam perkuliahan. Kemudian juga membantu para mahasiswa yang baru lulus dari universitas untuk menyalurkan pekerjaan buat mereka sehingga mereka berasa diperhatikan wadah IKALAMI tersebut, paparnya.

IKALAMI sendiri sudah ada 12 DPW dan 6 DPC. Kami akan meluaskan dan mengumpulkan alumni yang sudah tersebar luas sehingga ini akan menjadi wadah yang lebih besar dari ujung Aceh sampai Papua, ungkap Jimmy.

Kami memberikan dukungan kepada instansi pemerintahan khususnya dibidang kemaritiman untuk bisa menjadikan Indonesia ini menjadi sentral kemaritiman untuk menghubungi negara negara lain tidak hanya sebagai sebagai poros antara pulau dan pulau tapi lebih kepada antar negara itu yang kita harapkan, pungkas Jimmy.

Pendidikan dunia maritim sudah masuk dunia era digitalisasi. Kita perlu pelatihan pelatihan yang bekerja sama dengan instansi yang bisa membantu kita memahami tentang apa yang dibutuhkan oleh pemerintah kedepan. Maka kami insan maritim sendiri akan berupaya keras bisa membangun dasar intelektual pendidikan kita dengan meningkatkan mutu dari pengajaran perkuliahan.

Dengan adanya Mubeslub IKALAMI yang ada sekarang ini akan membuat Indonesia adalah suatu negara maritim yang didukung oleh insan maritim Indonesia khususnya alumni STIMar “Ami” ini, pungkasnya.

Sekolah Tinggi Ilmu Maritim “AMI” merupakan perubahan bentuk dari Akademi Maritim Indonesia (AMI) yang berdiri sejak tanggal 3 Oktober 1960. Semula hanya menyelenggarakan program Diploma III Program Studi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga (KPN), selanjutnya pada tahun 1984 AMI membuka program Diploma III Program Studi Nautika dan Program Studi Teknika berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 093/0/1984.