PJ Gubernur Jakarta Diharapkan Bisa Mendorong Berbagai Usaha Tumbuh Produktif

Spread the love

Jakarta, DKI Jakarta akan dipimpin Penjabat (PJ) Gubernur setelah berakhirnya masa jabatan Gubernur Anies Baswedan pada tanggal 16 Oktober 2022 mendatang. Nantinya gubernur definitif akan terpilih pada Pilkada serentak di bulan November 2024.

Untuk itu, Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk, PJ Gubernur DKI Jakarta Harapan Pelaku Usaha. Hasil FGD ini, akan disampaikan langsung kepada Presiden RI Joko Widodo sebagai rekomendasi pelaku usaha atas pemilihan PJ Gubernur DKI Jakarta.

Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang menilai, sebagai kota jasa, DKI Jakarta membutuhkan kebijakan yang pro bisnis dan pro dunia usaha.

“Untuk itu, Jakarta membutuhkan Penjabat Gubernur yang mengenal dan mengerti karakteristik Jakarta, sehingga tidak salah dalam membuat kebijakan,” ujar Sarman di Hotel Sofyan, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2022).

Mengingat ekonomi Jakarta yang sangat strategis, lanjut Sarman, maka pelaku usaha berharap agar Presiden dalam menunjuk Penjabat Gubernur DKI adalah sosok yang mumpuni, yang memahami karateristik kota Jakarta sebagai kota jasa, sehingga tidak salah dalam mengambil kebijakan.

“Dan yang paling penting mendalami akan profil ekonomi Jakarta, yang memerlukan regulasi dan kebijakan yang mendorong berbagai sektor usaha tumbuh produktif,” kata Sarman.

Termasuk tahapan Pemilu 2024 yang sudah mulai berjalan, kata Sarman, sangat diharapkan Penjabat Gubernur DKI mampu menciptakan suasana politik yang tidak menimbulkan kegaduhan. “Sehingga berbagai sektor usaha dan jasa beraktivitas seperti biasa,” ucapnya.

Diharapkan Pemerintah Pusat menetapkan Penjabat Gubernur Jakarta adalah figure yang sesuai dengan harapan dunia usaha dan yang direspon positif oleh pasar,” tegasnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Umum HIPMI Jaya Sona Maesanah berharap PJ Gubernur DKI akan datang bisa menjaga kondusifitas sehingga roda perekonomian tetap berjalan.

PJ Gubernur Jakarta dapat membuat investasi lebih mudah, dan memunculkan pengusaha baru yang juga akan membuka lapangan pekerjaan baru sehingga mengurangi kemiskinan di Indonesia, khususnya di Jakarta terangnya.

Selain itu PJ Gubernur Jakarta mau mendengar saran dan kritik, ketika memimpin Jakarta selama masa transisi. “Harapan saya PJ Gubernur yang terpilih ini mau bersama kita berkolaborasi memimpin Jakarta dan bisa merangkul semuanya, pungkasnya.