Komandan Detasemen TNI AU Wamena Bersama Forkompimda Kab. Jayawijaya Ikuti upacara Peringatan HUT Ke-76 TNI Secara Virtual

Spread the love

(Penkoopsau III, Biak). Komandan Detasemen TNI AU Wamena Letkol Pnb Yulianto Nurcahyo, S.Sos., bersama pejabat Forkompimda Kabupaten Jayawijaya Papua, mengikuti upacara peringatan HUT Ke-76 TNI yang berlangsung dari istana Negara Jakarta dengan Inspektur Upacara Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, bertempat di ruang data Makodim 1702/Jayawijaya Jl. Yos Sudarso Distrik Wamena Kab. Jayawijaya.

Tampak hadir dalam acara ini antara lain: Letkol Pnb Yulianto Nurcahyo, S.Sos. (Danden TNI AU Wamena), Marthin Yogobi, SH., M.Hum (Wakil Bupati Kab. Jayawijaya), Letkol Inf Arif Budi Situmeang, S.IP, M.Tr (Han), AKBP Muh. Safeei AB, S.E. (Kapolres Jayawijaya), Dr. Andre Abraham, S.H. (Kajari Jayawijaya), Yajid, S.H. (Ketua Pengadilan Negeri Wamena), Iptu Rustam Duduwaka (Danki Brimob Polda Papua Sektor Wamena), Lettu Ckm Purba (Dansubdenpom XVII-B/Wamena), serta para Pasi Kodim 1702/Jayawijaya.

Tema HUT Ke-76 TNI tahun 2021 kali ini mengangkat tema, Bersatu, Berjuang, Kita Pasti Menang”. Presiden RI Ir. H. Joko Widodo mengucapakan selamat Hari Ulang Tahun kepada segenap prajurit TNI dan memberikan penghargaan yang setinggi-tinginya kepada jajaran TNI yang selalu menjadi penjaga utama kedaulatan bangsa dan negara, menjaga keutuhan wilayah NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dari segala ancaman dan gangguan.

“Keberhasilan kita dalam memerangi Covid-19, tidak terlepas dari peran TNI yang selalu menunjukkan profesionalisme dalam setiap penugasan, kemampuan perorangan dan kemampuan satuan, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk alutsista, telah digunakan dan dikerahkan dalam menunaikan setiap tugas yang diberikan”, ujar Presiden Joko Widodo.

Presiden RI menekankan, “Kesiapan dan kesigapan TNI ini juga saya minta untuk diefektifkan dalam menghadapi setiap spektrum ancaman yang lebih luas, seperti pelanggaran kedaulatan, pencurian kekayaan alam di laut, radikalisme, terorisme, ancaman cyber, ancaman biologi dan bencana alam”.