lbadah Natal 2019 & Kunci Taong Kerukunan Keluarga Kawanua Diaspora

Spread the love

Jakarta, Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) adalah organisasi non profit yang bergerak di bidang sosial dan kemasyarakatan. KKK dibentuk dengan tujuan untuk menjaga tali persaudaraan, melestarikan budaya Minahasa dan mempersatukan Tou Minahasa (Sulawesi Utara) yang telah tersebar dan hidup lama di perantauan (diaspora) kata Ketua Kerukunan Kawanua DR Ronny F. Sompie SH, MH di Gedung ICC Jln Angkasa Raya Kemayoran JAKARTA, Sabtu (1/2/2020).

Ronny menambahkan Kegiatan yang terakhir dilakukan adalah bakti sosial berupa penyaluran sembako, baiu layak pakai, obat-obatan, peralatan kebersihan, untuk korban banjir di Jakarta pada tanggal 4 Januari 2020 di daerah Bekasi, khususnya Jati Asih lalu Tangerang daerah Ciledug.

Sumbangan ini didapatkan atas dukungan dari Gubernur Sulawesi Utara, 0l|y Dondokambey, kemudian Bupati Minahasa Roy Roring dan wakil Bupati Robby Dondokambey serta Perempuan Perempuan Tanah Minahasa (P2TM), masyarakat Kawanua selabodetabek, masyarakat Bantik Jabodetabek, masyarakat Kakas Jabodetabek, Ibu Ava Massie, Bpk, Decky Pquan, Bpk. Jackson Kumaat, Bpk. Renny Rorong, RM Detuna, RM Nyong, RM Passo, dan lain lain.

Kerukunan Keluarga Kawanua dengan SK Menkumham No. AHU-00005901.AH.01.08 yang memiliki kekuatan hukum yang sah. Dewan Pengurus Pusat yang berdomisili di Jakarta, membawahi Dewan Pengurus Daerah, Dewan Pengurus Cabang serta Roong, Tarakan dan Fungsiona| yang berada di wilayah Negara Kesatuan Republik.

Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua yang menjabat saat ini adalah Ronnie Franky Sompie untuk periode 2017 sampai dengan 2022.

KKK setiap tahun mengadakan Perayaan Natal dan Kunci Taong sebagai ucapan syukur kepada Tuhan. Natal adalah peristiwa iman penuh sukacita bagi umat Kristiani khususnya Tou Minahasa di manapun berada. Tahun Baru atau Kunci Taong sebagai ucapan syukur kepada Tuhan bagi pengurus dan anggota KKK bisa melaksanakan program-program kerja selama setahun berjalan.

Acara hari ini bertema “Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang” sesuai dengan slogan orang Minahasa yaitu “Torang Samua Basudara”. Oleh karena itu diharapkan memberi dampak yang baik dalam membangun kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya dan |ebih khususnya Tou Kawanua atau orang Kawanua menjadi lebih baik serta dapat menciptakan rasa cinta tanah air
Indonesia. Karena kita semua bersaudara dan bersahabat dalam satu bangsa.

Spesial tahun ini, kami panitia lebih mengangkat kearifan lokal yang ditampilkan dalam tarian lagu. Contohnya Sanggar Rondor, menampilkan tarian pembukaan dengan terinspirasi tarian Maengket dengan konsep modern. Tarian Maengket memiliki fllosofi tentang cara bersyukur Suku Minahasa (suku asli Sulawesi Utara) ketika panen jaman dahulu. Kami juga mengangkat lagu-lagu daerah agar lebih dikenal dan menumbuhkan rasa kebanggaan sebagai Tou Kawanua khususnya anak muda.

Dengan mengangkat kembali akar kebudayaan dalam balutan modern, kami panitia memperkenalkan dan mengedukasi budaya Minahasa kepada warga Kawanua yang berdiaspora.