Andi B. Picunang : Kami Mendesak Pak Priyo Budi. S. Legowo Mengundurkan Diri

Spread the love

Jakarta, Pemberitaan akhir akhir ini yang dibeberkan Saudara Fahd El Fouz di KPK yang menyebut ada dugaan keterlibatan Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso (PBS) dan Ketua DPP Partai Berkarya Vasco Ruseimy (VR) dalam korupsi Al Quran.

Maka Kami mempersilakan KPK segera mengambil langkah cepat agar kasus ini segera tuntas dan tidak berlarut-larut jadi gorengan politik yang pastinya merugikan Partai Berkarya kata Ketua DPP Partai Berkarya Andi Badaruddin Picunang di Kantor Pusat Partai Berkarya Jakarta, Jum’at (24/1/2020).

Kasus beliau tergantung di KPK tahun 2011, tahun 2017 dan disebut sebut KPK akan mengangkat kembali kasus itu. Kami mendukung langkah langkah KPK mengungkapkan kasus ini karena sangat mempengaruhi kewibawaan Partai Berkarya terutama menghadapi Pilkada serentak 2020.

Kami fokus ke jabatan Sekjen dan Ketua DPP Partai Berkarya. Keputusan resmi nanti disampaikan oleh Ketua Umum Partai Berkarya. Suara suara dari daerah memicu kami rembuk untuk membicarakan kasus yang mendera 2 orang ini (Sekjen dan Ketua Bidang).

Tahun 2018 Pak Priyo mengatakan kasus di KPK sudah selesai dan ternyata terbukti hari ini kasusnya di KPK belum selesai.
Kinerjanya di Partai Berkarya kami anggap Gagal ungkap Andi.

Namanya sering disebut dalam pemberitaan akhir akhir ini sangat mengganggu Partai Berkarya. Menurut keterangan Fahd beliau diduga terlibat dan kami minta Pak Priyo legowo untuk mengundurkan diri dari Sekjen Partai Berkarya. Kami mendesak Ketua Umum menonaktifkan Pak Priyo ujar Andi.

Pemberhentian pengurus ada mekanisme. Oleh sebagian besar pengurus Pak Priyo dianggap Kinerjanya buruk. Secara non formal keluarga besar Partai Berkarya Tidak ingin Partai Berkarya dijadikan olok olokan karena terlibat korupsi kitab suci cetus Andi.

Bila Sekjen tidak meletakkan jabatannya pengurus akan mengevaluasi. Banyak kader yang bisa menggantikan pak Priyo pungkas Andi.