Ancaman Radikalisme dan Konspirasi Global

Spread the love

Jakarta, Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Nasional (Pushuknas) menggelar diskusi dengan tema Ancaman Radikalisme dan Konspirasi Global di Hotel Sofyan Soepomo Jakarta, Sabtu (21/12 /2019)

Ketua Pushuknas Handoko Budi mengatakan semoga acara ini akan menjadi bimbingan buat kita semua. Mendapatkan pengetahuan dari para narasumber. Semoga acara ini bermanfaat bagi kita semua, bagi Nusa dan bangsa.

Ketua Dewan Pembina Pushuknas Ir R. Haidar Alwi, MT mengatakan mudah mudahan acara diskusi ini memberikan dampak dalam pengentasan radikalisme. Cita cita saya terwujud bicara disamping Bang Kiki. Tanggal 23 November 2019 saya berada dalam acara Kongres ulama sedunia. Saya mendapatkan info hati hati Indonesia adalah target ke 7 radikalisme. Mesir agak pintar tentaranya tegas. Indonesia target terakhir penghancuran masal radikalisme.

Karena Indonesia ada seluruh sumber daya alam besar yang bertumpu ada di Indonesia. Blok masela nilai tendernya 272 Triliun Rupiah. Sumatera Selatan 83% tanahnya mengandung batu bara. Bisa untuk 1500 tahun energi Indonesia. Semua sumber daya alam ada di poros dunia yaitu di Indonesia. Luar biasa Indonesia.

Kalau kita mau dari salah satu 7 sumber daya mineral kita dapat 40 Triliun Rupiah yang bisa melunasi hutang APBN. Indonesia target terakhir radikalis untuk dihancurkan. Indonesia Hutangnya dalam bentuk dolar Amerika dan tergantung negara lain. Kita harus kompak menyelesaikan hutang negara. Dana haji dipakai untuk melunasi hutang ributnya kemana mana ini bisikan dari Isis internasional. 21 juta orang terpapar radikal dan intoleran. Kejadian intoleran marak Indonesia.

Prof Hermawan Sulistyo dari Pusat Penelitian Politik LIPI mengatakan
melihat video ISIS saya tiga hari tidak bisa makan. Isis mencabut nyawa orang dengan sadis. Ujung paling ekstrim radikalisme adalah nyawa. Agama bagi saya adalah pegangan. Swedia masyarakat tenang. New Zealand masyarakatnya sangat islami.

Di Timur Tengah peradaban yang ribuan tahun dimusnahkan oleh Isis. Tempat kelahiran Ibnu Sina mengalami kemunduran. Semua gedung pemerintah Amerika tidak bisa untuk kegiatan agama.

Situasi sekarang sama seperti abad pertengahan. Ada pastor dibunuh karena mengatakan bumi bulat. Kita kehilangan kemampuan mempelajari ilmu empirik. Pastor dianjurkan untuk mempelajari ilmu yang lain. Di Islam ustadz belajar Quran dan Hadis.

Diduga china diduga sudah mencoba mencloning manusia. Yang mengglobal sekarang adalah iptek. Pertarungan Konspirasi ekonomi dan Konspirasi sains. Dengan belajar terus iptek.